Biasanya nih kalau pergi ke Pasaraya Blok M tujuannya pasti buat belanja pakaian atapun perlengkapan yang lain, dan saat mengajak anak anda kesana tujuan kalian pun jarang terpenuhi karena mengikuti maunya anak kesana kemari. Wait wait wait.....
Tapi sudah tau belum sama tempat bermain sambil belajar seni dan budaya nusantara, dan juga ada berbagai simulasi sains yang seru, asyik dan edukatif. Ternyata di lantai paling atas Pasaraya Blok M. Tepatnya mereka memiliki lift sendiri untuk mencapai lantai 8, 9 dan 10. Sekalian share aja nih... ini juga kali pertama saya pergi ke PINISI EDUTAINMENT PARK, awalnya pas denger namanya dikira museum kapal pinisi. Iconnya yang bermodelkan kapal pinisi tambah membuat saya berfikir kalau ini memang museum kapal pinisi.
“kok ada anak-anak_nya yak ??”...
ternyata PINISI adalah tempat bermain bagi anak-anak mulai dari usia 2-16 tahun...
Pinisi Edutainment Park ini menghubungkan antara seni, budaya, inovasi, ilmu pengetahuan, teknologi dan lingkungan, dengan memberikan peluang bagi anak-anak untuk melakukan eksplorasi dan pembelajaran melalui berbagai eksibisi interaktif, yang sekaligus memberikan pengalaman pada anak-anak mengenai berbagai hal, melalui konsep bermain sambil belajar.”sedikit ulasan tentang PINISI yakk”
Kebetulan saat kami datang kesana atas ajakan dari pembimbing kami pada tanggal 28 Januari 2016. hehehee latar belakang ceritanya ntar aja ya, kalo sempet bikin tulisan lagi. Sudah lama gak nulis (kembali ke laptop).
Ternyata acara yang kami hadiri di Pinisi Edutainment Park bertemakan “Young Scientist Gathering’16” dengan slogan acara “Tren Berprestasi dan Berkarir Di Dunia Sains” dan ini adalah pertama kalinya PINISI mengadakan Gathering bagi para scientist muda untuk berkumpul.
“Lumayan rame didalem, kebanyakan anak-anak kisaran SD-SMA dari seluruh indonesia loh... tapi ngak dari semua SD-SMA di indonesia.” Ajibb.
Diawal acara kita disuguhi dengan penampilan dancer menggunakan jas lab (agar terlihat suasana scientistnya) yang ternyata mereka adalah pegawai dari PINISI itu sendiri hehehee multitalent yak ^_^
Salah satu narasumbernya adalah Yuke Fadhillah Kirana, “siapa ya” temen kita yang biasa dipanggil “Yuke” sekarang adalah Siswi kelas XII SMA Kharisma Bangsa, Pamulan, Tanggerang Selatan yang pernah mengikuti program student exchange ke salah satu sekolah di Tiongkok ini menemukan bahan untuk pembuatan kantong plastik dari kulit udang.
“Awalnya saya memang suka makan udang, tapi saya selalu menyisihkan kulitnya karena saya tidak suka, saat itu saya memperhatikan kulit udang tersebut mirip dengan tekstur kantong plastik. Jadi, saya mencoba memanfaatkan limbah kulit udang untuk dibuat plastik,” ujar Yuke di Acara “Young Scientist Gathering’16” tersebut.
Kemudian ada Luca Cada Lora yang sekarang menjadi mahasiswa tingkat 1 di ITB yang mampu memanfaatkan abu vulkanik gunung kelud sebagai penyaring logam berat bersama teman satu SMA nya saat itu. berawal saat meletusnya gunung kelud yang mengakibatkan selokannya menjadi bening.
“ air di dalam selokan saya yang biasanya keruh dan bau, justru bening. Saat saya perhatikan, ada abu vulkanik yang menumpuk di selokan tersebut,” ujar Luca.
Kemudian dia mencari-cari di internet mengenai abu vulkanik, dan dia menemukan jurnal penelitian mengenai pemanfaatan tanah yang tercampur abu vulkanik yang bisa menyerap logam berat. Setelah mengindentifikasi kandungan pada abu vulkanik tersebut, ternyata ada kandungan silika dalam abu vulkanik yang memiliki sifat menyarin logam berat.
Mereka mengikuti perlombaan Karya Tulis Ilmiah Remaja (LKIR) ke-46 yang diadakan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Dan dalam ajang tersebut mereka lolos dan menjadi salah satu kelompok dengan proposal terbumbing di LIPI. Dan melanjutkan penelitiannya di LIPI Bandung. Mereka pun dikirim pada kejuaraan ISEF di Amerika Serikat dan merka menjadi salah satu dari 4 jawara dalam kategori materials scient. “penelitian itu berawal dari keingin tahuan” tutur Luca di sel-sela pertanyaan pembawa acara.
PINISI pun mengundang peneliti dari LIPI, yaitu Ihlasul Amal, Ph.D. belau adalah peneliti dibidang nanoteknologi di Pusat Penelitian Metalurgi dan Material LIPI. Di acara ini beliau menyampaikan bahwa dia bangga kepada siswa-siswi yang telah memulai penelitian di usia yang masih muda, sehingga mampu memotivasi para siswa-siswi di seluruh indonesia untuk mengikuti jejak mereka yaitu memulai penelitian di usia muda. Karena penerus bangsa adalah siswa-siswi yang kini masih berada di bangku sekolah.
Bukan hanya siswa siswi SMA loh yang punya prestasi membanggakan,,, ada juga dari siswi SD di Tangerang yang diundang di PINISI “Young Scientist Gathering’16”. dia sangat peduli dengan lingkungan sekitarnya. Raisa Rahmi Nurinta Putri namanya.
Raisa adalah siswi yang membuat sebuah robot yang bisa mengangkat material besi di jalanan, Idenya pun tercetus saat dia sedang pergi ke mall bersama keluarganya yang kemudian ban mobilnya tertusuk paku sehingga membuat perjalanannya tertahan lebih lama. Dari situlah Raysa memiliki ide untuk membuat robot yang bisa mengangkat paku yang ada dijalanan. Bersama ayah dan ibunya, Raisa merakit robotnya dengan menggunakan mobil remote control. Saat ditanya motifasinya apa saat di “Young Scientist Gathering’16”, Raysa menjawab “saya tahu ada relawan pembersih paku dijalan, namun pasti ada yang tertinggal. Itulah motivasi saya”
Tamu undangan yang tidak terkira ternyata adalah Derby Romero, dia diundang untuk memotivasi yang lain agar teman-teman bisa mengikuti jejak Luca, Yuke dan Raisa. Derby menilai, sebenarnya orang-orang memiliki passion masing masing.. saat ditanya apakah dulu dia ingin menjadi peneliti juga, tapi Derby menjawab dari dulu bahkan keluarganya memang memiliki passion di dunia seni sehingga semasa SMA dia lebih memilih kelas sosial dibanding kelas science. Kemudian saat ditanya apakah dia ingin melakukan penelitian seperti teman-teman yang diundang, menurutnya dia lebih mengapresiasikan teman-teman yang didepan dengan menggunakan produk yang mereka buat. Tanpa adanya para peneliti Indonesia tidak akan maju. Dan menurutnya para peneliti yang bergerak dengan banyak orang pasti akan menghasilkan sesuatu yang baik. “jika kamu mau berjalan cepat, berjalanlah sendiri. tapi jika kamu mau berjalan lebih jauh, carilah tim” tutur Derby. Tidak lama Derby berada di acara “Young Scientist Gathering’16”, dia kemudian pergi untuk melanjutkan pekerjaannya yang lain.
Bangga kan, punya temen” yang sangat memotivasi kita seperti mereka, kalo mereka bisa kenapa kita ngak.... heheheee.
Acara “Young Scientist Gathering’16” pun selesai dengan berakhirnya sesi tanya jawab.
No comments:
Post a Comment